Artikel Jaringan Komputer Internet

Artikel Jaringan Internet dan Komputer. (Network, akses internet dan Komputer)

Perangkat Untuk Fiber Optik

         Perangkat-perangkat fiber optic sedikit berbeda dengan perangkat UTP. Perangkat disini dibagi menjadi 2 jenis yaitu perangkat aktif dan perangkat pasif. Perangkat aktif yaitu perangkat yang dapat dihidupkan/dinyalakan menggunakan tenaga listrik. Perangkat pasif yaitu perangkat yang tidak bisa dinyalakan dan berfungsi sebagai penghantar suatu data. Disini ada beberapa perngkat aktif dan pasif antara lain:

Perangkat aktif

1. Managed Switch

            Jenis switch ini memiliki fitur-fitur yang handal yang mampu mendukung kinerja switch dalam jaringan network komputer yakni fitur virtual lan atau VLAN yang membuat switch ini dapat terhubung pada segment LAN secara bersamaan yang dapat dipakai lebih dari 1 LAN. Fitur monitoring yang fungsinya dapat melakukan konfigurasi IP address hingga melakukan pengecekan transfer data melalui Ipaddress, atau melalui protocol SNMP atau program monitoring lainnya.

perangkat yang dibutuhkan untuk membuat suatu jaringan fiber optik

2. Media Converter

      Media Converter merupakan perangkat jaringan yang dapat menghubungkan 2 jenis jaringan berbeda melalui media seperti twisted pair dengan fiber optic. Terdapat dua jenis media converter berdasarkan jenis kabel fiber optic yaitu: single mode dan multi mode.


3. Optical Network Unit (ONU)

      Menyediakan interface antara jaringan optik dengan pelanggan. Sinyal optik yang ditransmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTx, ONU dletakkan di sisi pelanggan.


4. Optical Line Terminal (OLT)

        Perangkat yang berfungsi sebagai titik awal dari layanan jaringan optik pasif. Perangkat ini mempunyai fungsi utama, antara lain: melakukan konversi anara sinyal listrik yang digunakan oleh penyedia layanan, mengkoordinasikan multiplexing pada perangkat lain di ujung layanan, mengkoordinasikan multiplexing pada perangkat lain di ujung jaringan, penyambungan dengan pusat layanan (softswitch, ISP dan IPTV), titik distribusi ke pelanggan, tempat pengatur bandwitch, pengontrolan dan kendali jaringan pelanggan. 


5. Small Form-factor Pluggable (SFP)

        Perangkat yang compact berupa suatu transceiver yang bersifat hot-pluggable yang biasa digunakan dalam applikasi komunikasi dan telekomunikasi data. Interface kelistrikannya dispesifikasikan oleh suatu perjanjian multi source (multi-source agreement – MSA). Perangkat ini menjadi interface suatu perangkat jaringan motherboard yang biasa digunakan pada sebuah perangkat jaringan motherboard yang biasa digunakan pada sebuah router atau switch kepada kabel jaringan fiber optic ataupun copper.


6. Passive Optical Network (PON)

      Merupakan jaringan point-to-multipoint berbasis fiber optik yang memiliki elemen pembagi optik (Optical Spliter) yang berfungsi untuk penyalur data pada beberapa tujuan. Elemen pembagi tersebut bersifat pasif artinya tidak melakukan manipulasi sinyal seperti penguatan sinyal optik terdapat pada OLT.


7. Gigabit Passive Optical Network (GPON)

GPON merupakan salah satu teknologi PON yang dikembangkan oleh ITU-T via G.984. standar G.984 mendukung bit rate yang lebih tinggi, perbaikan keamanan dan pilihan protokol layer 2 (ATM, GEM atau ethernet). Pendistribusian sinyal dari sentral end user menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32, 1:64). 


8. Gigabit Ethernet Passive Optical Network (GE-PON)

GE-PON merupakan teknik akses optik kecepatan tinggi yang telah distandarisasi menurut IEEE 802.3ah EFM (Ethernet in the First Mile) sehingga dapat digunakan pada konfigurasi point to multipoint. Pendistribusian sinyal dari sentral ke end user menggunakan pasif splitter (1:2, 1:4, 1:8, 1:16, 1:32).



Perangakat Pasif


1. Pigtail

                Sepotong kabel yang hanya memiliki satu buah konektor diujungnya, pigtail akan disambungkan dengan kabel fiber yang belum memiliki konektor. Biasanya kabel pigtail di install di OTB (Optical Distribution Box) dan disambung / splicing dengan tarikan kabel optic yang glondongan (Loose Tube Cable / Tight Buffered Cable.


2. Patch Cord

        Patchcord adalah kabel optik dengan panjang tertentu yang sudah terpasang konektor di ujungnya.Digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau komunikasi. Patch cord sendiri merupakan kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. Ada yang simplex (1 core) dan ada pula yang duplex (2 core), Single mode dan Multimode. Patchcore mempunyai banyak sekali jens konektor, karena masing-masing perangkat / alat yang digunakan mempunyai tipe yang berbeda pula disesuaikan dengan kebutuhan.


3. Fiber Optic Adapter

        Fiber Optic Adapter digunakan untuk penyambung/menghubungan kabel fiber optik satu dengan yang lain. Jika penyambungan dilakukan terhadap kabel fiber optik yang memiliki konektor berbeda maka fiber optik adapter disebut fiber optik adapter hibrid atau Special Adapter.


4. DPFO/ODP

            ODP merupakan singkatan dari Optical Distribution Point yang ialah suatu fitur pendukung layanan fiber optik yang berperan bagaikan titik terminasi kabel drop optik ataupun tempat buat membagi satu core optic ke sebagian pelanggan (halte), serta ODP dibagi dalam sebagian tipe, ialah.  Optical Distribution Point merupakan tempat terminasi kabel yang mempunyai sifat- sifat tahan korosi, tahan cuaca, kokoh serta kuat dengan konstruksi buat dipasang diluar. ODP berfungsi bagaikan tempat instalasi sambungan jaringan optik single mode paling utama buat menghubungkan kabel fiber optik distribusi serta kabel drop. Fitur ODP bisa berisi optical pigtail, connector adaptor, splitter room serta dilengkapi ruang manajemen fiber dengan kapasitas tertentu. ODP dipasang wajib cocok dengan peruntukannya, ODP Pole cuma boleh dipasang pada tiang, ODP Pedestal dipasang pada permukaan tanah, ODP Wall dipasang pada bilik serta ODP Clousure cuma boleh dipasang pada kabel SCPT serta kabel SSW baik pada pertengahan gawang ataupun di dekat Tiang. Metode pemasangan ODP dengan metode memetik salah satu core dari kabel distribusi secara urut. Setelah itu core tersebut dimasukkan kedalam pasif, pasif yang biasa digunakan pada ODP ialah pasif 1/ 8. Sehingga pasif tersebut di split jadi 8


5. Splitter

        Komponen Fiber Optik yang berfungsi memisahkan atau membagi daya optik dari satu input serat ke dua atau beberapa output serat. Kelemahan dari Splitter ini adalah meimbulkan Loss dimana semakin besar kapasitasnya, loss yang timbul semakin besar. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga sifatnya idle dan cara kerjanya membagi daya optic sama rata.

Jenis-jenis splitter antara lain:

    • 1 : 2 (tanpa back up)
    • 1 : 4 (tanpa back up)
    • 1 : 8 (tanpa back up)
    • 1 : 16 (tanpa back up)
    • 1 : 32 (tanpa back up)
    • 2 : 2 (dengan back up)
    • 2 : 4 (dengan back up)
    • 2 : 8 (dengan back up)
    • 2 : 16 (dengan back up)
    • 2 : 32 (dengan back up)

6. Joint Closure

        Tempat sambungan atau titik terminasi 2 atau lebih kabel fiber optic. Dimana biasanya di pasangkan di luar (outdoor). Kapasitas closure bervariasi mulai dari closure 6core, closure 12core, closure 24core, closure 48core hingga closure 256core.



7. Optical Termination Box (OTB)

        OTB adalah titik terminasi kabel serat optik outdoor dengan kabel serat optik indoor. Berfungsi sebagai perindustribusian 72 core. Optical Terminal Box juga digunakan untuk menghubungkan kabel serat optik indoor maupun outdoor dan patchcord . OTB dapat dipasang di dinding maupun tiang.



8. Fiber Outlet

        Semacam rowset atau rumah kabel untuk menyimpan pigtail fiber optic yang disambungkan ke drop kabel. Fiber Outlet digunakan sebagai titik terminasi kabel drop untuk disampingkan dengan kabel patch pada aplikasi FTTH indoor.



9. Optical Distribution Cabinet (ODC)

        ODC adalah suatu ruang yang berbentuk kotak atau kubah (dome) yang terbuat dari material khusus yang berfungsi sebagai tempat instalasi sambungan jaringan optik single-mode, yang dapat berisi connector, splicing, maupun splitter dan dilengkapi ruang manajemen fiber dengan kapasitas tertentu pada jaringan akses optik pasif (PON), untuk hubungan telekomunikasi.



10. Fiber Node

        Fiber Node merupakan titik terminasi antara jaringan optik dengan jaringan koaksial. Fiber node berupa perangkat opto elektronik yang berfungsi untuk mengubah sinyal optik yang berasal dari distribution hub menjadi sinyal elektrik untuk diteruskan ke rumah rumah pelanggan melalui kabel koaksial dan sebaliknya. Fiber node sendiri adalah salah satu device yang berhubungan dengan teknologi HFC (Hibrid Fiber Coaxial) dan banyak diaplikasikan untuk sistem jaringan TV kabel.


Digunakan untuk menghubungkan antar perangkat atau komunikasi. Patchcord sendiri merupakan kabel fiber indoor yang dipakai hanya untuk di dalam ruangan saja. 

        Demikian artikel perangkat fiber optic, jika terdapat kesalahan penulisan dan kurang lengkap kami mohon maaf.

  Nikmati Internet Unlimited Tanpa Kuota 24 Jam Nonstop

dan juga paket baru Nicemedia 

---

1. Layanan Internet Unlimited Mulai 200ribu/bulan

2. Layanan Internet Plus InternetTV cukup dengan berlangganan 350k perbulan 

3. Layanan CCTV online

---

Hubungi : Telepon :(0272) 3393939 

          Wa      :081 578 393939